Jember Fashion Carnaval Peringkat 4 Dunia

10:33 PM

CERITA - Jember Fashion Carnaval (JFC) telah membuat Indonesia bangga. Prestasinya telah mendunia. Siapa sangka, dari karnaval jalanan, Jember Fashion Carnaval menduduki peringkat keempat terbaik dunia, di bawah Amerika Serikat, Brazil dan Jerman. Ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa.

11 tahun lalu tepatnya tanggal 01 Januari 2001 bersamaan dengan HUT Kota Jember, Jember Fashion untuk pertama kalinya diselenggarakan. Selama 10 tahun, JFC terus digelar dengan meraih banyak penghargaan dan segudang prestasi dari dalam dan luar negeri. Diakui atau tidak, Jember Fashion Carnaval merubah Kota Jember menjadi kota karnaval dunia dengan catwalk terpanjang di dunia sepanjang 3,6 kilometer.

Tahun 2011 ini, tepat satu dasawarsa gelaran peragaan busana jalanan diselenggarakan. Ada sesuatu yang berbeda dari JFC kali ini. Festival bergaya karnaval yang biasanya diselenggarakan secara outdoor, berjalan dan menari memperagakan busana sepanjang jalan utama Kota Jember, kini digelar perdana secara indoor concert di Istora Senayan Jakarta.

Dengan bertajuk Eyes on Triumph, Jember Fashion Carnaval menjadi yang pertama kali di Indonesia untuk penyelenggaraan karnaval dalam ruangan. “JFC pada tahun ini punya visi misi yang bukan hanya untuk Indonesia, melainkan untuk dunia. JFC the world carnival,” tutur Presiden Jember Fashion Carnaval Dynand Fariz pada pembukaan acara, beberapa waktu lalu.

Pada pagelaran kali ini, JFC menampilkan sembilan defile etnik nasional maupun internasional terbaik dari setiap tahun penyelenggaraannya. Seperti tema gaya busana punk, India, Athena, Tsunami, Bali, Borneo, Roots, Animal Plant dan Butterfly.

Diperagakan kurang lebih 80 model dengan kostum-kostum yang megah, desain- desain yang unik dan spektakuler serta aksi koreografi yang memukau digabungkan dengan tata panggung, suara, dan cahaya membuat para penonton berdecak kagum di setiap sesi penampilannya. “Ini adalah buah karya kreatif anak-anak Jember. Mereka adalah pejuang pelopor karnaval Indonesia. Mereka merancang sendiri kostum busananya, make up sendiri dan memperagakannya sendiri,” tutur Dynand Fariz.

Tidak kalah menariknya, Jember Fashion Carnaval marching band tampil memukau dengan konsep Royal Kingdom. Dengan kostum busana ala kerajaan, JFC marching band yang merupakan marching band pertama di Indonesia berkonsep festival karnaval tampil kompak dan atraktif membawakan lagu 50 tahun lagi.

Jember Fashion Carnaval Kids

Istora Senayan tiba-tiba menjadi riuh ketika Jember Fashion Kids tampil memperagakan beberapa defile dengan tema Bali, Jawa, Borneo, Papua dan Minang. Para anak kecil yang berusia  5 sampai 7 tahun ini melenggak-lenggok dan menari dengan luwes layaknya seorang professional di atas catwalk. “JFC Kids merupakan kebanggaan karena menjadi duta karnaval Indonesia untuk dunia. Mereka itu terpilih dari sekian banyak taman kanak-kanak  di Kota Jember,” imbuh lulusan jurusan seni rupa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ini dengan bersemangat.  

Dynand Fariz berharap para JFC Kids menjadi pelopor anak-anak Indonesia untuk mengharumkan nama bangsa ke dunia Internasional. Yang tak kalah hebohnya juga ketika para L-Men of The Year (LOTY) dengan tubuh atletis mereka ikut memperagakan Best Nasional Costum yang memenangkan penghargaan tertinggi di ajang Internasional dibeberapa negara seperti, Dominika Republik, Korea, Taiwan, Thailand dan lain-lain.

Tampil awal 2nd Runner Up LOTY 2010 Johan mengenakan kostum bertema Mystical Toraja, lalu Thomas 1st Runner Up LOTY 2010 kembali tampil membawakan kostum bertema Bali, terakhir LOTY 2010 Rikas tampil membawakan kostum bertema Papua. “Etnik Indonesia itu memang selalu menjadi inspirasi Indonesia, jadi tidak heran kalau etnik Indonesia sangat dikagumi dunia luar,” tutur desainer karnaval jalanan kelahiran desa terpencil, Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Tiupan terompet dan tepuk tangan para penonton lepas ketika Presiden Jember Fashion Carnaval Dynand Fariz menuntup gelaran perdana indoor concert  JFC tepat dipergantian tahun 2011 kemarin. Penonton, media, seluruh talents dan crew JFC tumpah menjadi satu di atas catwalk diiring lagu perayaan tahun baru. “Tahun 2012 JFC akan hadir lagi di Kota Jember pada bulan Juli dan kembali hadir di Istora Senayan Jakarta di akhir tahun dengan konsep dan kemegahan yang lebih spektakuler,” tegas Dynand Fariz bersemangat.
Powered by Blogger.